Memori Sang Pujangga
PUISI
Memori Sang
Pujangga
Oleh:
Resti Rahmawati Putri
Dengarlah kala malam menepis lara
Menusuk jiwa yang tak lagi tertawa
Nyata yang menampar diri adanya
Kala ia tak lagi bisa bersama
Kini aku terjebak dalam ruang sunyi
Bersama deretan kepingan yang mati
Hasrat yang terbakar gelora api
Yang kau tenggelamkan dalam lautan
berduri
Deretan itu kembali memburu
Merasuk bersama bayang-bayang kelabu
Rindu yang merasuk pilu
Saat kasih pujangga telah layu
Tiba saat kau datang antara derasnya
hujan
Membawaku seakan ada di sebuah jembatan
Antara takut apa yang ingin kau
tuturkan
Lalu kau mulai dan akhiri dengan
kecupan
Kecupmu tak lagi sehangat dulu
Itulah terakhir bagiku
Selamat tinggal kau berikan untukku
Diantara
kelam dan dingin yang buat aku terpaku
Setetes mulai berjatuhan
Sesak mulai berseruan
Kau taruh duri antara dalamnya lautan
Dekap tak sejati yang kau berikan
Nyatamu tak lagi terlihat
Hanya luka yang masih tersayat
Senyumku tak lagi tergurat
Hanya
lara yang kian berkarat
Selayaknya
tak ada untuk hal yang mati
Sepatutnya
pergi tuk rindu tak bertepi
Meski
tak lagi kurasa kasih yang suci
Tak
lagi ada dekap seharum dulu lagi
Biar ku padamkan rindu yang berapi
Akan ku layukan kasih yang suci
Meski sang pujangga tetap tinggal
bersemi
Walau khayalan selalu datang menepi
Akan ku tutup kisah sang pujangga
Bersama lara yang kan sirna
Kan ku taruh dalam memori lama
Dan pujangga, selalulah berbahagia!
Komentar
Posting Komentar