SENANDUNG RINDU DI UFUK KELABU Oleh : Putri Puji Lestari Mentari pagi telah berseri, desir angin pun menghampiriku yang tengah duduk termenung di tepi pantai. Burung-burung pagi sibuk lalu-lalang berterbangan dan seakan membawa khayalku terbang jauh pada sebuah kejadian pahit di masa silam. Ya! Tepat hari ini, genaplah lima tahun ibuku tercinta meninggalkan dunia ini. Setelah cukup lama berjuang, pada akhirnya beliau harus mengalah jua pada kanker jahat yang telah lama tinggal di dalam darahnya. Aku sedih bukan main saat itu! Bagaimana tidak,beliau meninggal di pangkuanku dengan darah yang terus saja keluar dari hidungnya. Setelah kejadian itu, cukup lama aku marah pada diriku sendiri. Bukan karena apa-apa, tapi karena aku merasa bodoh membiarkan ibuku terbaring lemas tanpa membawanya pada orang yang bisa mengobatinya. Namun apalah dayaku, penghasilan bapak untuk makan sehari-hari pun rasanya belum cukup,ditambah dengan usiaku yang masih belia sehingga yang bisa aku lakukan han...