Ketua OSIS Kita Resti Rahmawati Putri
Ketua
OSIS Kita Resti Rahmawati Putri
Siswa
yang Berprestasi
Oleh
: Silda, Lutfiana, Desti, Putri
SMPN 1 CIHAMPELAS merupakan
sekolah
percontohan se-Kabupaten Bandung Barat untuk good practice school. Sekolah ini banyak mengukir prestasi
di berbagai bidang. Salah satunya dalam bidang akademik, SMPN 1 CIHAMPELAS
memiliki salah seorang siswi berprestasi bernama Resti Rahmawati Putri. Siswi
cantik ini dikatakan berprestasi karena berhasil mempertahankan
predikatnya sebagai juara umum pada bidang akademik dalam empat semester
berturut-turut. Ia juga seringkali menjuarai berbagai perlombaan
lainnya.
Resti
Rahmawati Putri lahir di Bandung pada 10 Oktober 2001 dari pasangan Ujang
Ruhiyat dan Euis Aisyah. Pada mulanya, sesuai dengan nama bulan ia lahir, Resti
mempunyai nama lengkap Resti Oktaviani Putri. Namun, karena menurut pandangan
orang tuanya nama Oktaviani diganti menjadi Rahmawati. Dari namanya tersebut,
ia mempunyai beberapa nama panggilan. Di
rumahnya ia sering dipanggil Uput, sedangkan teman-temannya kadang memanngil
dengan sebutan Putri atau Puput. Namun di lingkungan sekolahnya, ia lebih akrab
disapa Resti ataupun Reres.
Resti merupakan anak kedua
dari empat bersaudara. Ia memiliki satu saudara perempuan yang bernama Amelia Nurlaeli
Zulhizah dan dua saudara laki-laki yang kembar bernama Dika Pratama Putra dan
Diki Pratama Aditia. Keluarga Resti merupakan keluarga yang bahagia, meskipun
keadaan ekonomi kurang. Penghasilan ayahnya yang merupakan buruh harian lepas hanya
bisa mencukupi kebutuhan
sehari-hari mereka.
Hobi Resti adalah membuat puisi, Karena melalui puisi dia dapat
mengekspresikan semua pikiran dan perasaan yang ada dalam hatinya.
Selain itu, dia juga senang membaca dan mendengarkan musik. Dia lebih suka membaca buku
fiksi dibanding dengan buku-buku ilmiah. Dia suka mendengarkan musik
karena dapat menghilangkan kejenuhannya setelah beraktivitas.
Cita-cita yang dimilikinya sangatlah mulia, ia ingin menjadi seorang guru
besar, mengapa? Karena ia tahu bahwa Indonesia memiliki sumber daya manusia yang belum berkualitas
baik. Sehingga ia bercita-cita untuk meningkatkan sumber daya manusianya, agar
Indonesia bisa lebih maju dan bisa bersaing di dunia Internasional.
Sejarah dalam pencapaian
prestasinya dimulai sejak ia kelas satu SD. Ia mulai mengikuti berbagai macam
perlombaan, salah satunya lomba calistung. Pada saat itu, karena masih terlalu
kecil ia belum mempunyai kesadaran sendiri untuk berlomba. Namun kenyataannya,
ia berhasil menjadi juara 2 lomba calistung tingkat kabupaten jenjang SD. Saat
pertama kali mendapatkan prestasi, dia kaget, bingung dan tak percaya bercampur
aduk dan dengan apresiasi berupa uang yang diberikan padanya menambah semangat
dan perasaan bahagia pada dirinya. Selanjutnya, saat ia menginjak kelas 4 SD,
ia kembali mengikuti perlombaan untuk mewakili sekolahnya. Namun, berbeda
dengan lomba sebelumnya, kali ini keinginan sendirilah yang membawanya pada
sebuah perlombaan PAI. Hasilnya pun
cukup memuaskan karena ia berhasil membawa predikat juara 1 se-kecamatan
Cihampelas. Di tahun berikutnya, ia mencoba berlomba di bidang lain yaitu
sains. Pada Olimpiade Sains Nasional, ia memilih mata pelajaran IPA untuk
dilombakan. Hasilnya tetap memuaskan. Ia dipercaya untuk mewakili kecamatan
Cihampelas dalam perlombaan di tingkat Kabupaten. Kemudian, tahun terakhir di
SDnya pun ia masih tetap mengikuti perlombaan, masih perlombaan PAI yang ia pilih. Siapa sangka, di tahun terakhir
ia bersekolah, ia berhasil terpilih mewakili Kabupaten Bandung
Barat untuk bersaing dengan kabupaten-kabupaten lain se-Jawa Barat. Pada
akhirnya, ia berhasil membawa piagam penghargaan sebagai juara harapan dua
cerdas cermat PAI tingkat Provinsi. Disamping prestasi dalam berbagai perlombaan tersebut, Dia juga berhasil menjadi ranking 1 selama 5 tahun
berturut-turut di sekolah dasarnya.
Prestasi yang Resti miliki
ternyata tidak hanya sampai disitu. Di jenjang sekolah yang lebih tinggi lagi
yaitu SMP, ia tetap dapat mempertahankan prestasinya tersebut. Selama 4 semester
ini, ia berturut-turut mendapatkan predikat juara umum satu. Selain itu,
di SMP pun ia telah menyumbangkan beberapa piala, antara lain dua piala yang
sama sebagai juara 3 lomba cerdas cermat PAI tingkat kecamatan di awal tahun
2015 dan 2016 lalu. Ia juga dipercaya untuk mewakili kecamatan dalam olimpiade sains
nasional tingkat Sltp dalam
bidang IPA.
Masa-masa di SMP adalah masa
yang dirasa Resti cukup indah. Banyak suka duka yang telah ia lewati bersama
teman-temannya. Namun, yang ia rasa paling berkesan adalah ketika ia latihan
pentas seni saat masih duduk di kelas VIII. Ada salah satu dari sahabatnya yang
ketiduran saat sedang shalat Jum’at. Setelah dibangunkan, dengan kagetnya dia
berkata ‘anterin aku pulang, aku pusing’. Di sanalah, Resti tertawa lepas dan
kejadian tersebut tak bisa Resti lupakan hingga sekarang karena ia selalu
merasa terhibur ketika ingat kejadian itu. Selain itu, baru-baru ini ia baru saja menjalani LDK
se-Jawa Barat di daerah Lembang.
Pengalamannya ini tak kalah berkesan dalam hidup Resti. Ada satu pesan yang tak
dapat Resti lupakan setelah itu, bahwa kita harus ‘biasakan yang benar dan
jangan benarkan yang biasa’.
Segala pencapaian Resti itu
tidak akan
ada apa-apanya tanpa dorongan semangat dan motivasi dari orang
lain. Banyak sekali orang yang memberi motivasi, namun yang paling berjasa
adalah keluarga, guru, dan sahabatnya. Ibunya selalu menanamkan sikap kepada
Resti bahwa ‘Saya harus menjadi seorang gadis yang berbudi pekerti, dapat
mengangkat derajat orang tua dengan cara
menjadi orang yang lebih baik dari orang tuanya, dan harus menjadi
anak yang bermanfaat untuk orang lain’. Sedangkan guru-gurunya selalu berkata : ‘Sebagai
manusia, kita harus memiliki masa depan cerah, jangan suka menyia-nyiakan waktu
dan orang yang hebat itu bukanlah orang yang pintar namun mereka yang senang
membaca’.
Resti
merupakan orang yang dapat dikatakan mudah berinteraksi dengan lingkungan.
Sehingga, Resti mempunyai sahabat-sahabat yang selalu menemaninya dalam keadaan suka
maupun duka. Resti adalah sosok orang yang tidak pernah merasa puas dengan apa
yang ia capai. Hal ini bukan karena ia tidak mensyukuri apa yang telah
diberikan oleh Allah, namun karena ia selalu merasa bahwa di tengah
masarakat
selalu masih ada orang yang lebih darinya.
Namun, ia menganggap bahwa dirinya masih beruntung karena kepedulian dan
perhatian masih bisa ia dapatkan dari orang-orang di sekelilingnya. Andien, Desti, Lutfia, Putri dan Silda-lah yang
dirasakannya banyak memberi pelajaran dan motivasi tentang
kehidupan dan persahabatan. Sahabat bagi Resti adalah tumpuan dalam hidupnya. Ia
merasa hal apapun yang akan dilakukannya tanpa ada semangat dan dukungan dari
seorang sahabat, maka hal itu tak mungkin akan ia jalani dengan baik. Ia merupakan
orang yang tak mudah percaya, namun apabila ia telah nyaman pada seseorang
pasti ia pun akan sulit untuk melepaskan persahabatan dengan orang
tersebut. Ia juga tidak pilih-pilih teman. Siapapun yang ingin berteman
dengannya, akan ia sambut dengan tangan terbuka tanpa memandang kedudukan
maupun keadaan orang tersebut.
Sebagai
manusia biasa, adakalanya Resti berbuat salah dan tak jarang kesalahannya itu
menimbulkan sebuah penyesalan. Salah satunya, ketika ia menyebabkan sahabat
yang selama ini selalu bersamanya menangis, karena ia terlambat mengatakan masalah
pada indra penglihatannya kepada kedua orangtuanya. Namun, itu dapat menjadikan
Resti lebih belajar lagi.
Menjadi
seorang yang berprestasi tidak menjadi alasan bagi Resti untuk
berhenti belajar. Ia harus terus belajar dan mengulang pelajaran yang telah ia
lewati. Namun, ia memiliki cara tersendiri agar dapat mempertahankan ilmu
pengetahuannya yaitu dengan membagikan ilmu yang ia miliki
kepada orang lain. Dengan cara bagaimana? Dengan cara mengajar baca alquran
pada anak-anak kecil. Walaupun pada
awalnya hal ini ia lakukan karena disuruh oleh seorang tokoh agama , namun
pada akhirnya hal ini ia lakukan karena kesadaran diri. Dia
juga selalu menanamkan pengertian pada mereka bahwa prestasi dapat diraih oleh
siapa saja asalkan diiringi dengan usaha dan doa, juga harus terus belajar agar
prestasi yang telah dimiliki tidak sia-sia.
Selain berprestasi, Resti
juga memiliki jiwa kepemimpinan yang tinggi. Dengan gagahnya, ia menjadi ketua Organisasi
Siswa Intra Sekolah (OSIS) di SMP N 1 CIHAMPELAS. Dengan jadi ketua OSIS dia berharap bahwa perempuan
tidak hanya dianggap sebagai orang yang lemah. Dengan menjadi pemimpin, ia mendapat banyak hal yang bermanfaat untuk
dirinya. Salah satunya, ia bisa lebih
mengetahui bagaimana seharusnya sikap seorang pemimpin yang baik dalam
menjalankan tugasnya. Tantangan dan rintangan yang harus Resti lewati pun tak
sedikit. Salah satunya adalah ketidak setujuan orang tuanya ia menjadi
pemimpin. Namun, pada akhirnya orang tuanya pun dapat mendukung sepenuhnya
karena berbagai alasan. Suka dan duka menjadi seorang pemimpin pun banyak ia
rasakan. Bisa mempersatukan berbagai pendapat yang berbeda dan bisa saling
membantu dalam menjalankan tugas yang diberikan dari pihak sekolah adalah hal
yang membahagiakan baginya. Namun, ia harus kecewa ketika ia harus gagal
mewujudkan salah satu visi misi yang sudah direncanakan. Adapun, salah satu
misinya adalah mengangkat sebuah kekeluargaan dalam organsisasi. Ia selalu
mengingatkan bahwa untuk menjadi seorang pemimpin yang baik kita tidak boleh
egois, harus terbuka dan mengutamakan kekeluargaan.
Untuk kehidupan Resti ke
depannya, ia berharap agar dapat sukses. Hal ini berarti ia dapat menggapai
segala cita-citanya, baik untuknya maupun orangtua dan keluarganya. Ia
berkeinginan besar untuk dapat menghajikan kedua orang tuanya. Selain itu, ia
juga ingin membantu biaya pendidikan kedua adik kembarnya hingga mereka tamat
pendidikan. Dia tak berhenti selalu berharap agar Allah SWT dapat mengabulkan
segala keinginannya.
Komentar
Posting Komentar